Wow, bunga deposito BPR sungguh harum!

Wow, bunga deposito BPR sungguh harum!

nabungJAKARTA. Langkah Bank Indonesia (BI) mengerek bunga acuan empat kali tahun ini sebanyak 175 basis poin menja dikan BI rate bertengger di posisi 7,5% per November 2013. Bagi para kreditur perbankan, kenaikan bunga acuan menjadi kabar buruk. Maklumlah, posisi BI rate yang tinggi menjadikan beban bunga kredit mereka berisiko ikut naik.

Di sisi lain, peningkatan BI rate bisa menjadi hal menyenangkan bagi para pemburu rente di produk deposito bank. Kendati tak selalu berbanding lurus, bunga acuan yang me ningkat berpeluang menaikkan bunga simpanan bank, terutama untuk produk dana mahal perbankan, yaitu deposito.

Nah, yang jadi soal, tak semua nasabah bisa menikmati bunga tinggi deposito di perbankan umum. Di bank-bank besar, bunga deposito rata-rata masih di kisaran 5%, jauh di bawah BI rate, apalagi tingkat inflasi. Sedang bunga spesial di kisaran 7% ke atas baru bisa dinikmati para deposan berdana besar.

Namun, tak berarti peluang menikmati bunga deposito ranum di bank tertutup. Anda mungkin bisa menengok tawaran deposito di bank perkreditan rakyat (BPR). Pengalaman Marcellus Hakeng, pegawai BUMN, bisa menjadi contoh.  “Saya mendapat bunga 12% per tahun untuk deposito tenor setahun, sedang di bank umum bunga deposito cuma 4%,”  cerita dia kepada KONTAN.

Hitung punya hitung, bunga bersih yang diterima Marcellus mencapai 10% per tahun. “Dengan simpanan di atas Rp 10 juta saja, kita sudah bisa mendapat bunga tinggi,”imbuh Marcellus. Tawaran deposito berbunga tinggi di BPR memang bukan isapan jempol.

Penelusuran KONTAN di beberapa BPR, tawaran bunganya memang sungguh menggiurkan. BPR Mitra Dana Utama Tanah Abang, misalnya, menawarkan bunga deposito mulai 8,5% untuk simpanan minimal Rp 1 juta. Sedang di BPR Gita Makmur Glodok, tawaran bunga depositonya mulai 7,5% untuk simpanan minimal Rp 1 juta.  “Jika di atas Rp 100 juta bisa mendapat 7,75%,” ujar Sri, bagian la yanan konsumen.

BPR Syariah Harta Intan Bekasi bahkan berani menawar kan bunga deposito mulai 9,51% hingga 12,23% untuk simpanan senilai Rp 100 juta, tergantung tenor simpanan. Gurih, bukan?

Risiko sebanding

Joko Suyanto, Ketua Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo), mengungkapkan, bunga deposito nan tinggi di BPR merupakan bagian strategi rural bank tersebut menghimpun pendanaan dari masyarakat.

Dana itu akan mereka salurkan sebagai kredit kepada debitur yang kebanyakan merupakan kalangan usaha mikro dan kecil. “Jika bunganya tidak tinggi, kami bisa kalah bersaing dengan bank umum yang besar dan kuat modal,” kata Joko.

Hingga November lalu, bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk simpanan masyarakat di BPR juga masih tinggi, yakni di kisaran 9,5%. Jauh di atas bunga LPS untuk simpanan di bank umum sebesar 7%.

Dengan tawaran bunga tinggi itu, seberapa amankah menyimpan duit di BPR? Kekhawatiran terkait keamanan itu bukan tanpa alasan. Tahun ini saja, menurut catatan LPS, ada em pat BPR yang telah dicabut izinnya dan dilikuidasi.

Tapi, Joko bilang, pengawasan terhadap BPR tidak kalah ketat dengan pengawasan otoritas terhadap bank umum. “Secara periodik, BPR diwajibkan melaporkan kondisinya kepada Bank Indonesia dan LPS,” jelas Joko.

Selama simpanan nasabah sesuai persyaratan penjaminan yang dipatok oleh LPS, menurut Joko, menempatkan dana di BPR tidak jauh berbeda dengan di bank umum alias aman-aman saja.

“Kami juga rutin membagi informasi laporan keuangan bank kepada para nasabah di website atau menempelnya di loket BPR. Jadi, ada transparansi,”  imbuh Luciaety, pengurus BPR Mitra Dana Utama.

Nah, jika Anda telanjur kepincut ingin mencicipi kemolekan bunga deposito di BPR, simak tip dan strategi berikut:

Pertama, ingat prinsip utama dalam berinvestasi. Besar keuntungan sebanding dengan besar risiko. Siapkah Anda dengan risikonya?  “High risk, high return, itu hukum yang tidak bisa ditawar,”  ujar Risza Bambang, perencana keuangan Shildt Consulting.

Kendati simpanan Anda di BPR sesuai dengan LPS, tetap ada risiko likuidasi jika suatu hari ada masalah dengan BPR tersebut. Simpanan Anda di situ bisa ikut terancam.  Ka lau sampai dilikuidasi, ada waktu panjang untuk memproses klaim simpanan dan sebagai nya. “Waktu dan prosesnya itu termasuk risiko,” jelas Risza.

Kedua, untuk meminimalisa si risiko-risiko tersebut, Anda harus sudi menempuh usaha lebih. Mengecek perizinan, identitas pengurus BPR, juga laporan keuangan, wajib Anda lakukan. Mau tidak mau Anda harus memahami indikator ke sehatan sebuah bank, yakni prinsip CAMEL(capital, asset liquidity, management, earn ing, liquidity).

“Datangi BPR, sekalian berkenalan dengan pengurusnya agar lebih tahu tingkat keamanan dan kesehatan di situ,” saran Risza. Langkah itu juga ditempuh Marcellus. Dia memiliki kenalan kawan lama yang menjadi pengurus di BPR di mana dia membuka rekening deposito.

“Saya juga memilih BPR yang aktivitas penyaluran kreditnya bagus,”  imbuh Marcellus.

Ketiga, pastikan Anda menyimpan dana di BPR sesuai persyaratan penjaminan. Bunga 9,5% sejatinya sudah cukup tinggi. Dengan nilai simpanan di bawah Rp 2 miliar, Anda sudah mengantongi blanket guarantee dari LPS.  “Nekat mengambil bunga di atas LPS di BPR saya kira itu aksi spekulatif,” komentar Risza.