Tren Migrasi giro ke deposito

Tren Migrasi giro ke deposito

uangpalsuJAKARTA. kondisi perekonomian indonesia yang saat ini sedang melambat, menyebabkan para pebisnis mengubah sedikit arus kasnya. Salah satunya adalah dengan memindahkan dana perusahaan yang sebelumnya tersimpan di giro, ke simpanan deposito.

Tren migrasi tersebut sejatinya juga mulai terlihat di komposisi simpanan sejumlah bank. Ambil contoh di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI, mengatakan, pergeseran simpanan giro ke deposito lantaran deposito menawarkan suku bunga lebih tinggi. Terlebih lagi, “Likuiditas membaik dibanding waktu sebelumnya,” tutur Budi, Jumat (9/8).

Hal ini, menurut Budi, turut mendongkrak pertumbuhan simpanan deposito di perbankan.

Hingga semester I-2015, pertumbuhan simpanan deposito di BRI mencapai 25,2% dari periode yang sama tahun 2014. Sementara simpanan di giro dan tabungan masing-masing tumbuh 14,2% dan 10%. Meski ada pergeseran, Budi mengaku tidak memberi bunga spesial bagi nasabah korporasi tersebut. Budi menegaskan, BRI tetap memberi bunga sesuai bunga konter.

Hal serupa juga terjadi di BII. Lani Darmawan, Direktur Ritel BII, mengatakan hal tersebut biasa dilakukan nasabah korporasi saat mereka menunda pelaksanaan proyek. Ketimbang dana belum terpakai, maka disimpan di deposito yang memberi bunga lebih tinggi.

Atur aliran dana

“Dalam kondisi seperti ini, wajar jika perusahaan memilih untuk menempatkan dana di deposito sampai proyek berjalan lagi,” kata Lani. Namun, Lani tidak melihat terbentuk tren masal peralihan giro ke deposito.

Demikian juga dengan permintaan bunga spesial. Lani menyatakan, permintaan bunga spesial dipertimbamgkan berdasarkan total relationship dengan BII dan yang penting tidak menyalahi ketentuan yang berlaku.

Meski simpanan deposito naik, Lani bilang, BII tetap fokus mengumpulkan dana murah semisal tabungan dan giro. “Apalagi, dalam situasi kredit makin selektif, maka penting untuk menjaga biaya dana,” imbuh Lani.

Secara umum, Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan simpanan berjangka dan tabungan melambat, dari tumbuh 15,1% di bulan Mei, menjadi tumbuh 13,9% pada Juni 2015. Secara tahunan, pertumbuhan simpanan masyarakat di bank tercatat sebesar 13,2% hingga Juni 2015.

Sedangkan realisasi penyaluran kredit oleh perbankan pada semester pertama sebesar Rp 3.863,9 triliun atau hanya tumbuh 10,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id