Solusi 4 paket kebijakan pemerintah hanya cocok untuk jangka menengah

Solusi 4 paket kebijakan pemerintah hanya cocok untuk jangka menengah

Jakarta, Dari pemaparan para ahli ekonomi mengenai hasil Diskusi Panel : “Gejolak Moneter : Peluang dan Tantangan Bagi Dunia Usaha di Indonesia”  yang diselengarakan di gedung menara hijau, pada tanggal 29 Agustus 2013. Ibu Prof .Dr .Sri Adiningsih (Pengamat Ekonomi /Ekonom UGM) mengemukakan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, solusi 4 paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam menghadapi gejolak moneter di Indonesia dinilai hanya cocok untuk jangka menengah, sehingga beliau memberikan analisis proyeksi ekonomi indonesia hingga 2014, diantaranya :

-> Instabilitas ekonomi makro masih akan tinggi hingga 2014
-> Inflasi masih akan tinggi hingga 7-9%
-> Kurs rupiah masih cenderung lemah pada kisaran Rp. 11.000-Rp. 12.000/dolar AS
-> Laju pertumbuhan ekonomi  2014 akan menurun menjadi  sekitar 5%

oleh karena kondisi tersebut Ibu Sri memberikan saran  untuk pelaku dunia usaha di indonesia, khususnya untuk Sentra-sentra dan Anak perusahaannya dalam menjalankan roda bisnisnya adalah sebagai berikut :

1. Semakin pruden dalam mengelola bisnisnya
2. Kreatif memanfaatkan potensi yang ada (pasar/produk baru)
3. Antisipasi dengan berbagai skenario (terburuk)
4. Berubah agar lebih efisien

selanjutnya, adapun Bapak.Dr.Anton Hendranata (Chief Economist Bonk Danamon) dan Bapak. Eko B Supriyanto (Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Infobank) pun demikian sepaham dengan apa yang disampaikan oleh ibu Prof. Dri. Sri Adiningsih diatas. dari kedua narasumber tersebut dihasilkan point kesimpulannya sebagai berikut :

1. Solusi Gejolak Moneter

a. Perlu diatur dan diawasi terhadap produk-produk keuangan, instrumen investasi dan sekuritas.

b. Memperbesar alokasi pertumbuhan ekonomi pada sektor investasi, bukan berbasis konsumsi

c. Menjaga iklim investasi dengan baik

d. Mengalihkan hot money ke instrumen investasi yang lebih produktif.

e. meningkatkan pendapatan pajak

f. meninggalkan orientasi ekonomi yang bertumpu pada bahan mentah (komoditi primer) yang tak memiliki nilai tambah.

2. Solusi Industri Non Manufaktur

a. Menjaga Likuiditas

b. Menjaga Kualitas

c. Efisiensi