Prediksi OJK : Perbankan 2016 akan lebih baik

Prediksi OJK : Perbankan 2016 akan lebih baik

ojk4JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis bahwa tren industri perbankan pada 2016 mendatang, dalam kondisi stabil bahkan lebih baik.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon bilang, untuk melihat peluang Industri Perbankan 2016, perlu dipahami kondisi perbankan nasional dan perekonomian yang sampai dengan posisi Oktober 2015 relatif stabil.

Masih adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik dan global, menyebabkan kinerja industri perbankan nasional mengalami penurunan.

Faktor lain berupa tingginya depresiasi nilai tukar mata uang garuda terhadap major currency terutama dollar Amerika Serikat turut menopang penurunan kinerja perbankan.

Faktor lain yaitu kinerja ekspor dan impor yang terus melanjutkan kontraksi jelang tutup tahun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya mengindikasikan masih relatif lemahnya permintaan eksternal dan juga domestik.

Sementara itu perekonomian global termasuk isu global terkini antara lain US monetary policy rate/ Fed Fund Rate dan perlambatan ekonomi tiongkok serta devaluasi Yuan sangat berpengaruh kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia yaitu pada aspek arus modal asing yang berperan besar bagi pertumbuhan perekonomian domestic.

Adanya shifting di perekonomian baik secara domestik maupun global, yang dalam perspektif jangka panjangnya sangat bermanfaat bagi ekonomi untuk terus berkembang, dapat memiliki pengaruh negatif dalam jangka pendek apabila perubahan tersebut tidak diantisipasi dan dikelola secara efektif.

Hal inilah yang sedang terjadi pada situasi perekonomian global saat ini.

Ekonomi global sedang mengalami adjustment untuk menuju suatu keseimbangan jangka panjang yang baru.

Namun demikian, dampak dari rebalancing ini adalah meningkatnya volatilitas serta perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Nelson bilang, ekonomi Indonesia triwulan III-2015 terhadap triwulan III-2014 atau secara tahunan tumbuh 4,73%.

Angka ini meningkat dibanding triwulan II-2015 yang tumbuh 4,67% namun melambat dibanding capaian triwulan III-2014 yang tumbuh 4,92%.

“Peningkatan pertumbuhan pada triwulan III ini terutama karena peningkatan belanja modal pemerintah (Government Capital Expenditure) terutama belanja infrastruktur,” kata Nelson kepada KONTAN, Selasa (22/12).

Oleh sebab itu, OJK optimis tren tersebut akan berlanjut ke tahun 2016.

Hal ini lantaran pemerintah akan berupaya untuk menyelesaikan proses tender untuk proyek tahun 2016 di akhir tahun ini.

Diharapkan akan memberikan knock-on effect pada beberapa industry terkait antara lain industri konstruksi dan industri utility yang akan meningkatkan demand terhadap kredit perbankan.

“Optimisme lainnya adalah sektor konsumsi yang masih meningkat seiring meningkatnya golongan middle class. Prospek sector konsumsi juga dipengaruhi oleh relaksasi Loan To Value (LTV) dari 70% ke 80% yang dapat memberikan stimulus terhadap kredit perumahan dan kredit kendaraan yang pada juga memberikan knock-on effect pada sector industri lainnya,” jelas Nelson.

Sampai dengan triwulan III–2015, sebut Nelson, data perekonomian domestik menunjukkan tren perbaikan atau positif.

Ini antara lain tercermin dari surplus neraca perdagangan, perkembangan dan pertumbuhan realisasi investasi menunjukkan data peningkatan serta perlambatan utang luar negeri.

“Optimisme di atas memberikan confident bagi OJK adanya prospek yang positif bagi industri perbankan di 2016. Namun perlu tetap dicermati perkembangan global terutama seberapa besar perlambatan ekonomi tiongkok dan seberapa agresif kebijakan moneter US dalam menaikan Fed Fund Rate,” ucap Nelson.