Perekonomian 2012: Tumbuh Cukup Baik dan Inflasi Sesuai Target

Perekonomian 2012: Tumbuh Cukup Baik dan Inflasi Sesuai Target

No.15/8/PSHM/Humas

Bank Indonesia menerbitkan buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2012 dengan judul “Menjaga Keseimbangan, Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”. Buku tersebut memuat evaluasi mengenai perkembangan ekonomi Indonesia, tantangan yang dihadapi, dan berbagai langkah kebijakan yang ditempuh sepanjang tahun 2012. Selain itu, buku tersebut juga memuat prospek perekonomian Indonesia dan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan. LPI juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat mengenai perjalanan perekonomian Indonesia dari tahun ke tahun.

Secara garis besar, LPI tahun 2012 menyampaikan bahwa di tengah perlambatan ekonomi dunia, ekonomi Indonesia pada tahun 2012 tumbuh cukup baik sebesar 6,2%, terutama ditopang oleh permintaan domestik. Pertumbuhan tersebut disertai dengan stabilitas harga yang tetap terjaga sebagaimana tercermin dari laju inflasi sebesar 4,3% atau berada dalam target 4,5% ±1%.

Di sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tahun 2012 mencatat surplus, meskipun mengalami tekanan defisit transaksi berjalan. Transaksi berjalan mengalami defisit sekitar 2,7% dari PDB akibat ekspor yang melambat, sementara impor tetap tinggi akibat masih kuatnya permintaan domestik, termasuk untuk impor migas. Defisit transaksi berjalan tersebut dapat diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat pesat, baik dalam bentuk investasi langsung maupun investasi portofolio. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi dengan volatilitas yang dapat dijaga pada tingkat yang relatif rendah.

Berbagai pencapaian positif pada kinerja perekonomian nasional pada tahun 2012 tidak terlepas dari berbagai langkah yang ditempuh Bank Indonesia serta koordinasi kebijakan dengan Pemerintah. Dari sisi Bank Indonesia, perumusan kebijakan tetap ditempuh dengan melakukan bauran kebijakan yang terdiri dari kebijakan moneter, kebijakan nilai tukar, kebijakan makroprudensial, penguatan koordinasi, dan komunikasi kebijakan.

Ke depan, ekonomi Indonesia tahun 2013 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Perekonomian Indonesia diprakirakan tumbuh pada kisaran 6,3%-6,8% dengan tingkat inflasi diprakirakan berada pada kisaran sasaran 4,5%±1. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat dengan dukungan populasi dan struktur demografi yang didominasi usia produktif dan semakin meningkatnya jumlah kelas menengah. Selain itu, aktivitas terkait kegiatan persiapan Pemilu 2014 diperkirakan juga akan memberikan dorongan bagi kegiatan ekonomi domestik. Ekspor diprakirakan akan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan membaiknya perekonomian dunia dan meningkatnya harga komoditas global.

Namun, sejumlah tantangan dan risiko perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan. Dari sisi global, risiko berasal dari krisis di Eropa dan dampak kebijakan fiskal di AS yang dapat menahan pemulihan ekonomi global. Dari sisi domestik, konsumsi BBM yang terus meningkat di tengah semakin menurunnya produksi migas akan memberikan tekanan terhadap neraca transaksi berjalan dan kondisi keuangan Pemerintah akibat meningkatnya subsidi. Tantangan lain yang dihadapi adalah terkait perluasan akses masyarakat terhadap jasa perbankan dan pengembangan pasar valuta asing.

Dalam merespon berbagai tantangan perekonomian ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui lima pilar. Pertama, kebijakan moneter diarahkan agar suku bunga tetap mampu merespons pergerakan inflasi sesuai dengan sasaran. Kedua, kebijakan nilai tukar diarahkan untuk menjaga pergerakan nilai tukar sesuai dengan kondisi fundamentalnya. Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal. Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mendukung efektivitas kebijakan. Kelima, penguatan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan.

Untuk memperoleh uraian yang lebih lengkap, masyarakat dapat mengakses buku LPI 2012 melalui website Bank Indonesia http://www.bi.go.id. Selain dalam Bahasa Indonesia, LPI tahun 2012 juga diterbitkan dalam Bahasa Inggris dan akan tersedia pada bulan Mei 2013.

Mataram, 28 Maret 2013
Departemen Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Difi A. Johansyah
Direktur

sumber : bi.go.id