OJK siap lanjutkan proyek branchless banking

OJK siap lanjutkan proyek branchless banking

branklessbankingJAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantapkan niat untuk kembali melakukan proyek percobaan atau pilot project layanan bank tanpa kantor (branchless banking).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menuturkan, OJK berencana untuk melanjutkan proyek percobaan yang telah dilakukan oleh sejumlah perbankan dengan menggandeng perusahaan telekomunikasi.

Muliaman menuturkan, selama dua bulan belakangan, pihaknya terus mengadakan rapat mengenai keberlangsungan pilot project branchless banking yang sedianya akan dilakukan kembali pada tahun ini.

“Selama dua bulan ini kami terus menerus melakukan rapat mengenai itu pilot project branchless banking. Malahan dengan mengundang perusahaan telekomunikasi,” ujar Muliaman di Gedung BI, Jakarta, Selasa (1/4).

Menurut Muliaman, proyek percobaan layanan bank tanpa kantor ini sempat terhenti saat terjadinya peralihan tugas dan fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia kepada OJK. Karena itu, saat ini otoritas lembaga keuangan ingin kembali meneruskan pilot project branchless banking tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan menyelenggarakan seminar tentang pilot project branchless banking,” jelas Muliaman.

Lebih lanjut Muliaman menyatakan, bagi nasabah yang sudah ada atau mengikuti branchless banking, akan tetap berjalan. Menurutnya, banyak perbankan yang menyayangkan terhentinya pilot project branchless banking yang sempat dilakukan.

“Pada intinya mereka (perbankan) sebetulnya menyayangkan kenapa pilot project dihentikan. Oleh karena itu, kami dorong untuk dilanjutkan kembali. Saya tidak tahu angka nasabah yang sudah existing berapa banyak, tapi saya kira kalau nasabah sudah jalan, masih tetap berjalan sampai saat ini,” ujarnya.

Sayangnya, Muliaman belum dapat memastikan waktu pasti mengenai proyek percobaan lanjutan ini akan dimulai. Sebelumnya, pada medio Mei 2013 sampai dengan November 2013, bank sentral telah melakukan proyek uji coba branchless banking yang kemudian diubah namanya menjadi proyek uji coba layanan keuangan digital (LKD).

Peserta uji coba tersebut yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dan PT Bank Sinar Harapan Bali dari perbankan.

Sementara itu, untuk perusahaan telekomunikasi yang ikut serta adalah PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata Tbk. Pilot project ini melibatkan lima bank dan dua perusahaan telekomunikasi yaitu Indosat dan XL, yang masing-masing wilayah uji cobanya dibatasi di tiga kecamatan, terpusat di Jawa-Bali karena infrastrukturnya dianggap memadai.

Dalam proyek uji coba ini, bank atau perusahaan telekomunikasi bisa memilih delapan wilayah yang telah ditetapkan menjadi basis uji coba branchless banking. Kedelapan provinsi ini antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Bank Indonesia dalam uji coba ini mengizinkan baik bank maupun perusahaan telekomunikasi menggunakan jasa Unit Perantara Layanan Keuangan (UPLK) atau Unit Perantara Layanan Sistem Pembayaran (UPLSP) sebagai perpanjangan tangan untuk menjangkau masyarakat.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id