OJK butuh dana US$ 10 juta untuk bangun sistem TI

OJK butuh dana US$ 10 juta untuk bangun sistem TI

Pegawai Otoritas Jasa Keuangan bekerja di ruang Pusat Pelayanan Konsumen Keuangan Terintegrasi OJK, di komplek gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (21/3).JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki fungsi dan tugas mengawasi industri perbankan pasca alih fungsi tugas dan kewenangan dari Bank Indonesia. Sehingga, regulasi sistem informasi debitur (SID) pun turut beralih.

Direktur Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dany G. Idat bilang, untuk membangun infrastruktur Teknologi Informasi (TI) pada SID, pihaknya membutuhkan dana sekitar US$ 10 juta.

Menurutnya, dari dana tersebut, porsi terbesar adalah untuk kebutuhan sistem TI. “Jumlah tersebut adalah dana minimal karena membutuhkan dana besar untuk perluasan jaringan internet ke berbagai cabang OJK di berbagai daerah,” ujar Dany di Jakarta, Rabu (26/3).

Terkait kebutuhan dana yang tidak sedikit itu, OJK sedang mengatur mitra strategis untuk dana pembangunan ini. Ada kemungkinan dana tersebut akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), meski masih terbuka opsi lainnya.

“Masih terbuka opsi, namun masih dalam grand design. Tahapan mulainya saja, belum kami laksanakan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan data SID OJK diharapkan bisa mulai beroperasi pada 2016 mendatang. SID ini akan berisi data-data mengenai debitur perbankan, pasar modal, dana pensiun, asuransi dan data-data public utility.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id