Mengenal Plus-Minus Investasi Emas

Mengenal Plus-Minus Investasi Emas

emasJakarta – Emas atau logam mulia selalu menarik perhatian bagi masyarakat, untuk melindungi nilai harta kekayaan yang dimiliki bahkan mengambil untung sebagai instrumen investasi. Memiliki tingkat likuiditas yang tinggi mungkin alasan itulah yang membuat investor tertarik menjadikannya sebagai bentuk investasi yang bernilai tinggi.

Dalam satu tahun terakhir harga emas mengalami penurunan hingga 15%. Sempat terpuruk dari level terendahnya tahun lalu emas mengalami pertumbuhan positif tahun ini.

Periode Januari hingga akhir Februari emas sudah menunjukkan keperkasaanya lewat pulihnya kembali harga jualnya di pasar komoditi logam mulia walau pun belum sampai pada tingkat tertinggi.

Walaupun demikian dalam 5 tahun terakhir emas mengalami kenaikan sampai 50% tentu kenaikan harganya sangat menarik bagi para investor. Namun demikian Anda perlu memiliki informasi yang jelas untuk mengetahui instrumen investasi emas.

Yang pasti jika Anda ingin mendapat untung, investasi emas merupakan investasi jangka menengah dan panjang. Edukasi terhadap bentuk investasi emas sangat diperlukan. Hal ini agar investasi emas yang dimiliki benar-benar mewujudkan tujuan finansial yang ingin dicapai.

Permintaan logam mulia yang meningkat membuat harga logam mulia mengalami kenaikan, karena itu emas dikatakan terbatas atau suplai yang limited. Selain hal tersebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas.

Berikut ini faktor-faktor tersebut seperti dikutip dari situas MyWealth milik Citigroup, Senin (28/4/2014).

Sifat Investasi Emas

1. Harga emas seringkali dihubungkan dengan kondisi ekonomi. Ketika kondisi ekonomi stabil, harga logam mulia akan stabil. Sedangkan ketika ekonomi makro memburuk atau terjadi kiris ekonomi harga emas akan naik.

2. Tekanan terhadap harga emas juga datang dari ketidakpastian pemulihan ekonomi global.

3. Inflasi di Indonesia yang cukup tinggi menyebabkan investor mencari alternative investasi jangka pendek yang likuid.

4. Banyaknya permintaan di Indonesia sendiri, di mana lebih banyak orang yang membeli logam mulia untuk disimpan, dibandingkan membeli untuk dijual kembali. Spread antara jual dan beli relatif kecil. Rata-rata hanya sekitar 3%.

Meskipun prospeknya imbal hasilnya diprediksikan tidak mengalamai kenaikan yang melonjak pada tahun ini peluang untuk meraih keuntungan masih terbuka. Dalam berinvestasi emas, ada baiknya Anda membeli secara berkala. Misalnya setiap bulan atau setiap beberapa bulan sekali, membeli emas dalam jumlah gram yang tetap. Ini lebih menguntungkan untuk jangka panjang karena ketika harga naik atau turun Anda tetap membelinya.

Tidak terlalu penting membeli emas menunggu harga turun karena Anda tidak pernah tahu, apakah turunnya harga sudah mencapai bottomnya atau belum. Jadi belilah emas ketika memang sudah waktunya.

Trik Meraup Untung dari Investasi Emas

1. Dengan cara konvensional yaitu membeli di saat harga emas murah dan menjualnya kembali di saat harga emas tinggi. Cara ini memperoleh keuntungan dari selisih harga emas ketika beli dan jual. Tetapi Anda harus sabar menunggu kenaikan harga.

2. Memanfaatkan emas batangan untuk membackup rencana keuangan Anda di masa depan, misalnya buat menyiapkan dana pernikahan atau dana pendidikan anak. Cara ini mengajak Anda untuk mengkalkulasi kebutuhan rencana di masa depan sejak jauh hari. Bagaimanapun imbal hasil yang diberikan oleh logam mulia dalam jangka diatas 5 tahun bisa mengalahkan inflasi.

3. Membeli emas secara regular. Anda yang menentukan, setiap berapa bulan akan membeli emas dalam jumlah gram yang sama atau dalam jumlah rupiah yang sama.

Karena harga emas fluktuatif maka perlu disiapkan dana lebih bila harga emas sedang naik. Dengan membeli secara regular keuntungan yang diperoleh bisa menjadi lebih banyak bila Anda membeli dalam jumlah rupiah yang sama. Hanya sayangnya agak suli membeli dengan rupiah yang sama karena ukuran logam mulia terdiri dari satu gram, 5 gram,10 gram dan seterusnya. Tidak ada ukuran satu setengah gram.

Kelemahan Investasi Emas

1. Dari segi leverage atau pengembangan. Tidak banyak yang dapat anda lakukan untuk menjadikan logam mulia sebagai pasif income. Berbeda bila anda berinvestasi di properti, misalnya walaupun properti anda seperti rumah, ruko, tanah atau apartemen yang diperoleh melalui cara KPR tetapi anda dapat menghasilkan profit dengan cara menyewakan properti tersebut/ sehingga pendapatan sewanya dapat digunakan untuk membayar cicilan KPR anda ke bank.

2. Emas tidak bisa dibeli secara reguler dengan jumlah rupiah yang sama. Berbeda bila anda berinvestasi dengan reksadana, Anda bisa berinvestasi dengan jumlah rupiah yang sama dan lebih kecil dari harga 1 gram emas.

3. Harus memiliki tempat khusus sebagai penyimpanan. Sangat beresiko tinggi jika Anda menyimpan emas batangan di dalam rumah apalagi jumlahnya banyak, walaupun anda yakin rumah sudah aman dan memiliki brankas. Berbeda dengan investasi properti yang komoditinya riil seperti bangunan yang tidak mungkin akan dicuri. Untuk itu jika bermain dengan investasi emas anda harus memikirkan secara matang akan keamanan emas tersebut. Jika anda takut menyimpan dirumah anda bisa menyimpannya di bank yang sudah menyediakan tempat sendiri agar anda merasa aman. Artinya Anda harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menyewa tempat penyimpanan.

4. Kenaikan harga yang cenderung tidak sebesar produk invstasi seperti reksadana saham dan saham. Saat kondisi ekonomi stabil dan tenang maka kenaikan harga emas akan cenderung lambat.

Tetapi saat terjadi krisis ekonomi nilai emas akan semakin naik dengan cepat alasannya adalah karena pada saat krisis ekonomi terjadi para investor akan cenderung memilih investasi yang lebih aman dan emaslah yang dinilai paling aman. Jadi kenaikan harga emas yang melonjak dengan cepat biasanya terjadi saat krisis ekonomi datang.

Tips Belanja Emas

Sebelum anda pergi ke toko emas, carilah info harga emas hari itu. Karena sebagaimana mata uang, harga emas juga terus berubah. Carilah info harga emas melalui internet langsung bertanya ke toko emas ataupun bertanya via sms ke website-website investasi emas.

2. Bandingkan harga secara online maupun offline. Biasanya pedagang emas mencari untung sekitar 10ribu-15ribu dari harga saat ini.

3. Belilah emas di toko yang bereputasi baik. Membeli emas di toko yang bereputasi baik sangatlah penting mengingat di Indonesia belum ada standarisasi emas.

4. Beli emas dalam pecahan kecil contohnya 5 gram, 10 gram, 20 gram atau 50 gram. Sehingga memudahkan Anda dalam bertransaksi.

5. Ketika berinvestasi logam mulia tentukan tujuan keuangan Anda minimal 5 tahun kedepan. Supaya tidak tergoda untuk segera menjual bila terjadi kenaikan harga. Tetap setia terhadap tujuan keuangan.

Menyimpan Emas Dengan Aman

Setelah membeli emas anda tentu ingin menyimpan, tempat yang aman tentunya. Ada beberapa pilihan yaitu menyimpan sendiri bisa di rumah dengan menaruhnya di brankas dan hanya Anda yang tahu cara membukanya.

Namun cara ini tetap berisiko tinggi. Pilihan lainnya, menyimpan di safe deposit box di bank. Cara ini adalah yang paling sering dilakukan para investor. Namun kelemahan dari cara ini adalah: emas tidak dilengkapi asuransi.

Cara lainnya dengan menyimpan emas dalam bentuk sertifikat emas. Dan terakhir, Anda dapat menyimpan di pegadaian.

Cara yang terakhir ini merupakan alternatif yang baik untuk dilakukan di Indonesia. Kelebihannya, emas anda mendapat asuransi. Selain itu, sambil menyimpan emas anda pun memperoleh modal kerja.

 

Sumber : finance.detik.com