LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan Bank Umum dan BPR Periode Sep 2016

LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan Bank Umum dan BPR Periode Sep 2016

lpsJakarta, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memangkas suku bunga penjaminan di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 0,5%.

Penurunan suku bunga tersebut dengan rincian suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di bank umum menjadi 6,25% dari sebelumnya 6,75% dan suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di BPR menjadi 8,75% dari sebelumnya 9,25%. Sedangkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam valuta asing (valas) ditahan di 0,75%.

Penurunan tingkat suku bunga penjaminan tersebut akan berlaku terhitung dari 15 September 2015 sampai 15 Januari 2017.

Menurut Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, keputusan tersebut diambil seiring dengan terjadinya tren penurunan suku bunga di bank-bank. Dari rata-rata suku bunga simpanan bank pada Februari 2016 sebesar 6,94%, hingga Agustus 2016 lalu telah terjadi penurunan ke level 5,1%.

“Dari 6,94% di Februari ke 5,1% pada akhir Agustus lalu. Ini alasan kita mengambil keputusan itu menurunkan LPS rate 50 basis poin,” kata Fauzi saat jumpa pers di Ruang Serbaguna LPS, Equity Tower, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Selanjutnya, angka inflasi yang menunjukkan penurunan juga membuat LPS mengevaluasi suku bunga penjaminannya. Ditambah lagi dengan likuiditas perbankan yang masuk dalam kategori cukup hingga akhir 2016.

Fauzi juga menjelaskan kenapa suku bunga penjaminan untuk simpanan valas ditahan 0,75% yang disebabkan belum adanya banyak penurunan tingkat bunga simpanan valas di bank-bank. Selain itu, LPS juga mempertimbangkan adanya rencana kenaikan suku bunga untuk valas di perbankan.

“Kalau kita melihat suku bunga pasar valas turun tidak banyak. Pasar di Februari 0,5% dan akhir Agustus 0,42%. Ini alasan suku bunga valas tidak diturunkan. Juga ada beberapa pertimbangan kenaikan suku bunga US dolar,” tutur Fauzi.


Berikut isi lengkap Surat Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan Periode September 2016 :

SIARAN PERS
Nomor: PRESS-26/SEKL/IX/2016

PENETAPANĀ TINGKAT BUNGA PENJAMINAN
Periode SeptemberĀ 2016

Pada hari Jumat tanggal 9 September 2016, Rapat Dewan Komisioner (RDK) LPS telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat. Di dalam RDK tersebut, diputuskan bahwa Tingkat Bunga Penjaminan periode 15 September 2016 sampai dengan 15 Januari 2017 untuk simpanan dalam rupiah di Bank Umum turun sebesar 50 bps sedangkan Tingkat Bunga Penjaminan untuk simpanan dalam valuta asing tetap, sehingga menjadi sebagai berikut:

Bank Umum

Bank Perkreditan Rakyat

Rupiah

Valas

Rupiah

6,25%

0,75%

8,75%

 

Keputusan tersebut diambil dengan memperhatikan terdapat penurunan yang signifikan pada komponen perhitungan tingkat bunga penjaminan simpanan, sejalan dengan tren penurunan suku bunga perbankan.

Selain itu keputusan tersebut juga memperhatikan situasi ekonomi Indonesia secara umum, laju inflasi yang menurun, arah kebijakan moneter, serta kondisi likuiditas dan prospeknya hingga akhir tahun menunjukkan bahwa likuiditas perbankan berada dalam posisi yang memadai. Likuiditas diharapkan terjaga dengan baik hingga akhir tahun didukung oleh bias longgar kebijakan moneter dan aliran dana masuk dari program Tax Amnesty.

Dapat dikemukakan bahwa, cakupan penjaminan LPS dewasa ini untuk simpanan Rupiah mencapai 99,5% dan simpanan valas mencapai 97,2% dari total rekening. Sejalan dengan perubahan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, LPS juga melakukan penyempurnaan dalam metode penetapan LPS Rate, yang diharapkan memperkuat proses transisi arah kebijakan moneter ke suku bunga simpanan (market) dan menjaga stabilitas sistem perbankan Indonesia.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

 

— SELESAI —

Jakarta, 13 September 2016
Sekretaris Lembaga
Ttd,-
Samsu Adi Nugroho