LPS: Risiko industri perbankan Indonesia ‘normal’

LPS: Risiko industri perbankan Indonesia ‘normal’

lpsJAKARTA. Divisi Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Group Manajemen Risiko II Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis Analisis Stabilitas dan Sistem Perbankan Triwulan IV 2014, Senin (29/12). Dalam analisis ini, salah satu yang dibahas adalah Indeks Stabilitas Perbankan (Banking Stability Index).

Dalam analisis itu, LPS menuturkan, risiko industri perbankan Indonesia pada November 2014 mengalami penurunan, yang tercermin dari turunnya BSI sebesar 44 bps dari 100,75 (Oktober 2014) menjadi 100,31 (November 2014) dengan status “Normal”. Penurunan BSI didorong oleh penurunan pada sub indeks Credit Pressure (CP) dan Interbank Pressure (IP) yang masing-masing turun sebesar 74 dan 89 bps. Sedangkan sub indeks Market Pressure (MP) meningkat sebesar 18 bps.

Penurunan sub indeks CP dari 101,41 (Oktober 2014) menjadi 100,68 (November 2014) disebabkan oleh terkoreksinya pertumbuhan kredit perbankan yang terus bergerak turun hingga berada di bawah target Bank Indonesia. Pertumbuhan kredit pada bulan September 2014 mencapai sebesar 13,16%. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) meskipun masih relatif kecil, namun untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir kini berada di atas pertumbuhan dengan spread tipis sebesar 16 bps.

DPK per September 2014 tumbuh sebesar 13,32%. Kondisi ini menandakan adanya perbaikan likuiditas perbankan yang terlihat dari penurunan Loan to Deposit Ratio (LDR) menjadi 88,93% (September 2014) setelah sebelumnya berada di level 90,63% (Agustus 2014).

Namun demikian, pergerakan rasio Gross NPL yang sempat menyentuh level tertingginya dalam dua tahun terakhir tetap perlu mendapat perhatian. Setelah pada Agustus 2014 berada di level 2,31%, per September 2014 terjadi penurunan tipis menjadi 2,29%. Penurunan ekspansi kredit dan peningkatan rasio Gross NPL mengakibatkan penurunan ROE dari 19,20% (Agustus 2014) menjadi 19,12% (September 2014).

 

sumber : keuangan.kontan.co.id