Ini tiga risiko yang dihadapi perbankan di 2015

Ini tiga risiko yang dihadapi perbankan di 2015

ojk4JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan kepada perbankan untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Baik dalam menyalurkan kredit, ataupun penghimpunan dana.

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan, perbankan akan menghadapi tiga risiko dalam menjalankan bisnis. Risiko pertama adalah likuiditas selalu menjadi tantangan bagi bank, karena likuiditas masih terbatas di pasar. Namun, OJK mencatat likuiditas bank masih aman jika ada penarikan dana secara darurat. 

“Misalnya, rasio alat likuid per non core deposit (AL/NCD) berada di level 89% per Januari 2015,” kata Muliaman, Selasa (10/3).

Sedangkan, rasio likuiditas untuk perhitungan alat likuid per dana pihak ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 18% per Januari 2015 atau jauh dari rasio minimal 10%.

Risiko kedua adalah risiko kredit. Menurutnya bank sangat rentan mengalami kredit bermasalah, jika tidak melakukan perhitungan profil risiko untuk nasabah. Pada Januari 2015, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 2,23% dan net sebesar 1,15%.

Terakhir risiko ketiga adalah risiko pasar. Muliaman bilang, untuk rasio posisi devisa netto (PDN) tercatat sebesar 1,68% per Januari 2015. Risiko pasar ini, kata dia, tidak bisa dihindari sehingga harus tetap waspada.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id