Ini strategi bank menyalurkan KPR subsidi

Ini strategi bank menyalurkan KPR subsidi

Kredit Rumah dengan fasilitas FLPPJAKARTA. Pemerintah telah menunjuk 24 bank untuk mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagian bank yang mengikuti program ini telah menyiapkan strategi untuk menyalurkan kredit rumah subsidi diantaranya Bank Artha Graha (BAG) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Indrastomo Nugroho, Kepala Divisi Product Development dan e-banking BAG menjelaskan pihaknya baru resmi ikut serta dalam program FLPP per September 2014 lalu dan sudah mulai menyalurkan sebagian rumah di akhir tahun lalu. “Target kami di tahun 2015 dapat menyalurkan 5.000 rumah,” ungkap Indras kepada KONTAN pada pekan lalu.

Meski sebagai pihak yang baru, BAG yakin dapat menyalurkan target tersebut karena sudah menyiapkan beberapa strategi penyaluran rumah. Indras menjelaskan strategi pertama adalah bekerjasama dengan pihak pengembang di berbagai daerah seperti Makassar dan Ambon. “Kami sudah bekerjasama dengan puluhan pengembang,” ujarnya.

Strategi lainnya adalah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah menjadi mitra dan nasabah BAG. Dengan cara tersebut BAG ingin mengincar karyawan di perusahaan tersebut untuk mengambil rumah subsidi di BAG. Indras juga meyakini bahwa penyaluran FLPP dapat juga digabungkan dengan produk perbankan yang sudah tersedia di BAG. “Bagi nasabah bisa dapat kumpulkan uang muka melalui produk tabungan kami,” ujarnya.

Zairin, Asisten Vice President Consumer Loan BRI menjelaskan di sepanjang tahun 2015 ini pihaknya menargetkan dapat menyalurkan 1.000 rumah melalui program FLPP. Dia menjelaskan yang menjadi target penyalurannya adalah karyawan di bidang perkebunan dan karyawan pabrik yang padat karya. Kedua jenis usaha tersebut dinilai cocok dengan target penerima program FLPP.

“Kami akan menggali perusahaan yang sudah kerjasama dengan kami seperti perusahaan perkebunan dan pabrik yang padat karya. Cara ini akan lebih aman karena payroll karyawan sudah menggunakan BRI,” ungkap Zairin.

Selain mengincar pekerja formal, BRI juga akan mngincar masyarakat dengan pekerjaan informal. Namun untuk target yang ini BRI agak selektif mencari nasabahnya. Pertimbangan penyaluran FLPP ke sektor informal yang memiliki usaha yang lokasinya cenderung tidak berpindah-pindah. Contohnya usaha warung yang sudah dua tahun beroperasi di wilayah pabrik.

Pekerja informal yang mau membeli rumah melalui program FLPP harus mempertimbangkan jarak rumah yang akan dibelinya. Zairin menjelaskan paling jauh rumah yang akan dibeli memiliki jarak maksimal 10 kilometer dari tempat usahanya. Karena jika lokasi rumah berdekatan maka bisa dapat langsung dihuni oleh pembeli.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id