Ini Sosok Presiden Baru yang Jadi Idola Pengusaha dan Investor

Ini Sosok Presiden Baru yang Jadi Idola Pengusaha dan Investor

riJakarta -Hingga kini partai koalisi masih belum terbentuk. Tarik-menarik soal siapa meminang siapa masih jadi pertanyaan banyak pihak. Namun, ada satu pasangan yang dianggap ideal oleh kalangan pengusaha dan investor tak hanya lokal bahkan asing.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan menilai, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla merupakan sosok yang paling ideal menurut pandangan pengusaha dan investor.

“Pasangan ideal ya Jokowi-Jusuf Kalla,” kata Fauzi kepada detikFinance, Rabu (7/5/2014).

Menurutnya, latar belakang kepemimpinan yang baik menjadi salah satu alasan kenapa pasangan tersebut dijagokan. Jokowi, yang sebelumnya sebagai Walikota Solo dianggap telah memberikan kepemimpinan yang baik. Sebagai Gubernur Jakarta, kiprah dan cara kerja Jokowi juga menjadi sentimen positif bagi pengusaha dan investor.

Sementara Jusuf Kalla (JK), pengalamannya sebagai Wakil Presiden RI dinilai cukup mumpuni. Banyak kalangan menilai, JK lebih tegas dalam mengambil keputusan dibanding presidennya.

“Karena keduanya memiliki track record baik dan jelas, berani mengambil keputusan dan terlihat kinerjanya. Ini asumsi pengusaha dan investor termasuk asing. Kalau Prabowo secara nasional belum ada track record yang jelas jadi belum bisa menentukan,” jelas dia.

Terlepas dari siapa yang bakal jadi pemimpin Indonesia di periode berikutnya, Fauzi mengungkapkan, pemimpin baru harus mampu mempercepat pembangunan infrastruktur di segala sektor terutama pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

“Dengan kenaikan UMP yang tajam sementara produktivitas pekerjanya tidak begitu tajam, maka infrastruktur perlu cepat dibangun,” ujarnya.

Hal lain soal ketidakpastian hukum di Indonesia. Peminpin baru, kata Fauzi, harus mampu menghilangkan ketidakpastian hukum yang bakal menghambat investasi.

“Terutama untuk investor yang bergerak di bidang minyak dan gas dan pertambangan. Produksi minyak mentah kita masih rendah. Ini karena minimnya investasi di migas. Ketidakpastian hukum ini masih belum menarik bagi investor tersebut. Ini perlu kepastian politik dan hukum,” terang Fauzi.

Dengan perbaikan-perbaikan tersebut, Fauzi meyakini jika pertumbuhan ekonomi bakal mencapai kisaran 5,5-5,8% di tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5-5,8% sampai akhir tahun, lebih ke 5,5%,” katanya.

Fauzi menambahkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik dengan pemimpin baru yang menjadi ekspektasi pasar, hal ini bakal diikuti penguatan rupiah di angka Rp 10.800-Rp 10.900 hingga akhir tahun ini.

“Rupiah tergantung CAD semakin menciut maka semakin membaik. Investor akan melihat pemimpin baru pada Oktober 2014 siapa yang kepilih. Jika market friendly maka bisa Rp 10.800-Rp 10.900,” pungkasnya.

 

sumber : bisnis.com