Investasi : Harga emas Antam terendah sejak Juli 2012

Investasi : Harga emas Antam terendah sejak Juli 2012

JAKARTA. Harga emas batangan Logam Mulia, anak usaha PT Aneka Tambang (Antam), turun sedikit. Kemarin (22/4), harga emas batangan Antam terkikis Rp 10.000 atau 1,84% menjadi Rp 531.000 per gram daripada harga akhir pekan lalu. Ini adalah harga terendah sejak 20 Juli 2012.

Penurunan harga emas Antam ini berkebalikan dengan harga emas di pasar global. Kemarin, pukul 15.30 WIB, harga emas untuk kontrak pengiriman Juni 2013 di Bursa Comex, naik 1,87% menjadi US$ 1.421,8 per ons troi.

Menurut Wahyu Tribowo Laksono, pengamat pasar komoditas, harga emas batangan Antam dipengaruhi oleh harga emas global, nilai tukar rupiah dan supply demand dalam negeri. Ia berpendapat, penurunan harga ini masih wajar karena permintaan di dalam negeri menurun sedikit.

Wahyu menilai, pasar emas fisik Indonesia termasuk konsisten dan tidak begitu terpengaruh sentimen negatif emas global. “Justru faktor permintaan dalam negeri yang lebih dominan dalam penentuan harga,” kata Wahyu.

Pengamat emas, Leo Hadi Loe, menambahkan, penurunan harga emas Antam ini di luar konteks wajar atau tidak. Harga emas Antam sebenarnya masih jauh lebih mahal daripada harga wajarnya. Hitungan Leo, dengan mengacu harga emas di pasar kontrak dan kurs rupiah, harga emas di pasar global saat ini setara dengan Rp 444.905 per gram.

Biaya produksi emas batangan dengan berat 1 gram- 5 gram, menurut Leo, adalah 10% dari harga emas global. Adapun biaya produksi emas ukuran di atas 5 gram adalah 1%-2% dari harga emas di pasar global.

Dus, dengan harga emas global Rp 444.905 per gram, harga jual emas Antam yang pas adalah sekitar Rp 480.000-Rp 490.000 per gram. Dengan kata lain, menurut Leo, harga emas Antam tergolong mahal bila saat ini menjualnya di atas harga tersebut.

Sebagai produsen, Antam memang berhak menetapkan harga jual dan konsumen juga berhak memilih produk yang sesuai dengan keinginannya. Alhasil, “Wajar tidaknya harga jual emas buatan Antam itu relatif,” kata Leo.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id