Dua Hal yang Perlu Diwaspadai Sambut Pasar Bebas ASEAN (MEA)

Dua Hal yang Perlu Diwaspadai Sambut Pasar Bebas ASEAN (MEA)

meaJakarta -Indonesia masih belum siap dalam menghadapi pasar bebas ASEAN atau yang lebih dikenal ASEAN Economic Community/Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015 mendatang. Ada 2 hal yang harus diwaspadai dan menjadi fokus utama dalam menghadapi serbuan pasar asing.

Senior Officer Finance Integration Division ASEAN Bambang Irawan menyebutkan, sektor perbankan dan asuransi menjadi fokus perhatian dalam pasar ASEAN mendatang.

“Sektor perbankan, kita beranggapan bahwa bank asing masuk ke sini mudah dan bank kita ke sana susah, itu nggak fair, perlu adanya azas resiprokal,” kata dia saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Bambang menyatakan, saat ini saja serbuan bank asing ke Indonesia sudah banyak, apalagi di pasar bebas nanti. Indonesia harus bersiap berkompetisi dengan negara-negara tetangga.

“Asuransi juga sama sih. Dari tahun 1988 sudah terbuka. Terbuka lebih banyak perusahaan asuransi Singapura di sini daripada kita di sana. Kita perlu waspadai ini,” kata dia.

Bambang menjelaskan, adanya pasar bebas ini harus dijadikan sebagai investasi besar-besaran. Pihaknya yakin Indonesia punya banyak peluang investasi untuk bisa berkembang.

“MEA harus menguntungkan bagi kita. Kita ingin liberalisasi, mencapai single market, itu tempat untuk berinvestasi lebih luas. Kita harus mengutamakan kepentingan domestik. Indonesia saat krisis 97-98 pasar kita benar-benar dibuka, kita korban paling parah, kalau Malaysia saat krisis menerapkan capital control jadi tidak membiarkan modal pergi dengan bebas, kalau kita membiarkan jadi saat itu kekurangan likuiditas,” cetusnya.

 

sumber : finance.detik.com