Dampak Baik dan Buruk dari Kenaikan Harga BBM Versi BI

Dampak Baik dan Buruk dari Kenaikan Harga BBM Versi BI

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan beberapa dampak yang akan terjadi setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) direalisasikan oleh pemerintah. Rencananya pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga dengan besaran premium Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 jumat malam (21/06/2013).

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan dampak terdekat akan terlihat pada nilai tukar rupiah (NTR) yang beberapa waktu lalu diketahui melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia memperkirakan, kebijakan tersebut akan mendorong rupiah menguat.

“Rupiah akan menguat kedepan. Baik reversal yang intensitasnya akan menurun. Pergerakan nilai tukar ke depan agak apresiasi,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (21/6/2013)

Kemudian, dampak selanjutnya akan terlihat pada neraca perdagangan yang selalu defisit beberapa waktu terakhir akibat impor BBM yang terlalu besar.

“Kenaikan harga BBM akan menyebabkan nilai impor BBM rendah. Jadi defisit karena impor migas akan lebih rendah. Itu juga akan membantu,” jelasnya.

Sementara itu untuk dampak negatifnya menurut Perry akan terlihat pada lonjakan harga-harga barang yang menyebabkan inflasi tinggi. Namun, Ia menegaskan hal itu hanya akan berlangsung selama 3 bulan.

“Kenaikan harga BBM dampaknya hanya temporer kurang dari 3 bulan. Itu hasil penelitian atau kajian kita. Dan itu merujuk dari pengalaman sebelumnya. Itu respon kebijakan BI juga sudah didiskusikan,” ucapnya.

 

sumber : finance.detik.com