Berita & Artikel

Tingkatkan literasi keuangan, OJK luncurkan Aplikasi Sikapiuangmu

ojk-aplikasiJAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meresmikan Pusat Edukasi, Layanan Konsumen dan Akses Keuangan UMKM yang disingkat PELAKU. Wasit lembaga jasa keuangan ini juga meluncurkan mobile application Sikapiuangmu berbasis android dan iOS.

Keduanya merupakan bagian dari implementasi Pilar 2 Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yaitu upaya OJK untuk memperkuat infrastruktur yang mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad mengungkapkan, keberadaan PELAKU dan peluncuran mobile application Sikapiuangmu ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam rangka mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

“Sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” kata Muliaman di Jakarta, Selasa (22/12).

OJK menginisiasi pembuatan mobile application Sikapiuangmu OJK untuk platform android dan iOS. Aplikasi Sikapiuangmu merupakan aplikasi ponsel yang dibangun sebagai media yang membantu masyarakat untuk mengetahui tips pengelolaan keuangan dan merencanakan keuangannya dengan lebih baik.

“Pembuatan aplikasi ponsel juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang berada di daerah terpencil,” ucap Muliaman.

Fitur yang disediakan pada aplikasi ponsel berupa fitur tips dan artikel keuangan, fitur kegiatan edukasi, fitur perencanaan keuangan dan fitur mini survei. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai alat pengukur literasi keuangan masyarakat melalui mini survei. Saat ini aplikasi sudah tersedia untuk diunduh dan dipasang melalui Google Play Store dan App Store.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id

Tips : Persiapkan Keuangan Anda di 2016

uangpalsuJakarta -Tahun 2015 akan segera berakhir, sekarang saat Anda mulai mempersiapkan keuangan tahun depan. Jika melihat gejolak keuangan dan lesunya perekonomian tahun ini, sudah saatnya Anda punya rencana lebih baik dalam memasuki 2016.

Ada dua poin penting yang bisa jadi pegangan tahun depan, yaitu ‘lebih banyak investasi’ dan ‘kurangi belanja’. Meski terkesan sederhana, tapi dua hal ini sulit dijalankan.

“Anda harus berusaha mencapai target supaya keuangan Anda lebih berarti,” kata Neil Krishnaswamy, perencana keuangan dari Exencial Wealth Advisors di Texas, seperti dikutip CNN, Senin (21/12/2015).

Berikut ini 5 tips yang bisa Anda jalankan mulai tahun depan. (more…)

LPS : Laporan Perekonomian & Perbankan Periode November 2015

Laporan Perekonomian & Perbankan Periode November 2015

Ringkasan Laporan

  1. The Fed mempertahankan policy rate di level 0%-0,25%, tapi akan mempertimbangkan kenaikan bunga acuan ini pada bulan Desember mendatang.
  2. Bank Sentral China menurunkan policy rate dan rasio cadangan wajib alat likuid untuk mendukung laju perekonomian dan mengatasi tekanan deflasi.
  3. Ekonomi Indonesia tumbuh 4,73% y/y pada kuartal III 2015, sedikit membaik dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 4,67%.
  4. Defisit neraca berjalan turun menjadi 1,86% PDB pada kuartal III 2015 dari 1,95% PDB pada kuartal sebelumnya. Meski demikian, defisit neraca pembayaran naik menjadi US$ 4,57 miliar.
  5. BI rate kembali dipertahankan di level 7,5% pada 17 November 2015. Akan tetapi, BI memangkas giro wajib minimum primer dalam rupiah sebesar 50 bps.
  6. Pasar keuangan global terlihat bergerak sideways pasca rebound di bulan Oktober 2015. Sentimen pasar meskipun membaik tetapi masih belum stabil.
  7. Risiko tidak hanya datang dari potensi kenaikan bunga acuan Fed namun juga dari negara-negara emerging market yang menghadapi permasalahan pada perlambatan ekonomi serta mengarah kepada resesi dan risiko utang yang meningkat.
  8. Pertumbuhan kredit pada periode September 2015 memperlihatkan ada sedikit peningkatan dalam 3 bulan terakhir, sementara pertumbuhan dana pihak ketiga memperlihatkan kecenderungan yang menurun.
  9. Tren suku bunga bank benchmark yang dipantau LPS (suku bunga pasar) secara rata-rata hingga awal bulan November 2015 cenderung relatif stabil.
  10. Keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur sangat penting, karena 50% dari total kebutuhan dana Rp 5.520 triliun berasal dari pihak swasta. Peran swasta yang strategis juga bersifat tidak langsung melalui pembiayaan defisit fiskal.
  11. Di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini pemerintah meyakini program pembangunan infrastruktur dapat menjadi solusi karena memiliki multiplier effect terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja.
  12. Dari penilaian sementara, Indeks Stabilitas Perbankan (Banking Stability Index, BSI) LPS dalam observasi periode Oktober 2015 berada pada level 100,69 yang menunjukkan bahwa kondisi risiko industri perbankan Indonesia berada dalam kondisi “Normal”.

 

Untuk Lebih lengkap mengenai laporan dari LPS, silahkan pelajari pada link PDF berikut

 

sumber : lps.go.id

Diprediksi Jadi Negara Maju, Bagaimana Kondisi Perekonomian RI?

ekonomi_riBali -Perekonomian global saat ini masih penuh ketidakpastian. Amerika Serikat (AS) tengah memulai masa pertumbuhan ekonominya kembali, dan China terus berjuang agar tidak jatuh terlalu dalam.

Sementara negara berkembang seperti Brazil, Rusia, India, Afrika Selatan dan termasuk Indonesia berada dalam posisi bertahan. Indonesia selalu didengungkan sebagai negara maju dalam beberapa tahun mendatang, bahkan berdiri sejajar dengan Korea Selatan.

Tapi sayangnya hal itu hanya sekedar dengungan. Bagaimana ekonomi Indonesia hari ini? Sejak 2003, beberapa lembaga pemeringkat Interasional mendaulat Indonesia sebagai negara dengan kelas pendapatan menengah, meski sebenarnya di batas bawah.

Alasan utamanya adalah posisi demografi atau dapat diartikan porsi usia muda yang lebih besar dibandingkan dengan usia tua. Ini terbukti, dengan ekonomi yang tumbuh tinggi dalam 10 tahun terakhir.

Dari 2003 hingga 2014 rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6%. Komponen pendukung utama adalah konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor. (more…)

OJK akan segera finalkan kodifikasi bank syariah

Ilustrasi syariah ekonomi pembiayaan asuransi perbankan bank produk

Ilustrasi syariah ekonomi pembiayaan asuransi perbankan bank produk

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera memfinalkan kodifikasi produk perbankan syariah. yang rencana ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2015 ini.

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan 1 OJK Mulya Siregar mengatakan, dengan rampungnya kodifikasi produk perbankan syariah ini, perbankan syariah yang ingin mengeluarkan produk tidak perlu menunggu keluar izin dari OJK.

Bila bank syariah ingin menerbitkan produk perbankan, maka hanya tinggal melakukan pelaporan sesuai kodifikasi.

“Kalau produk yang akan dikeluarkan ada di kodifikasi, maka tinggal lapor saja ke OJK sesuai dengan kodifikasinya,” kata Mulya di Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Kodifikasi ini merupakan relaksasi pengeluaran produk aktivitas bank syariah sesuai dengan Paket Kebijakan V yang dikeluarkan pemerintah pada akhir Oktober 2015 lalu.

(more…)