Berita & Artikel

Ekonomi RI Tumbuh 5,02%, Jokowi: Negara Lain Anjlok

Jakarta – Data-data ekonomi Indonesia pada 2016 memang belum memuaskan. Akan tetapi bila melihat kondisi ekonomi global dan beberapa negara berkembang lainnya, posisi Indonesia sangat jauh lebih baik.

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2017 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2/2017)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 mencapai 5,02% dan inflasi 3,02%. Realisasinya masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu juga pada pengendalian fiskal, dengan realisasi defisit 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
(more…)

Tips : 4 Cara Mewujudkan Resolusi Finansial Anda

Jakarta – Apakah Anda mempunyai resolusi finansial di tahun ini? Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, 88% resolusi tahun baru gagal untuk diwujudkan.

Masalahnya karena banyak orang tidak membuat resolusi mereka secara spesifik, sehingga tidak benar-benar tahu apa yang ingin diwujudkan. Alasan lainnya karena resolusi terlalu ambisius dan tidak sesuai dengan kemampuan.

Tapi jangan putus asa dulu, resolusi finansial berikut ini cukup sederhana sehingga bisa diwujudkan siapa saja:

1. Membuat budget
Membuat anggaran dan mencatat anggaran sudah semakin (more…)

BI awasi sistem pembayaran transaksi fintech

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo hadir saat peresmian kantor BI teknologi finansial (Fintech Office) di Jakarta, Senin (14/11). Peresmian kantor teknologi finansial ini dalam rangka untuk lebih mendorong inovasi sistem pembayaran di era digital. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/11/2016

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo hadir saat peresmian kantor BI teknologi finansial (Fintech Office) di Jakarta, Senin (14/11). Peresmian kantor teknologi finansial ini dalam rangka untuk lebih mendorong inovasi sistem pembayaran di era digital. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/11/2016

JAKARTA. Industri teknologi finansial (fintech) saat ini tengah berkembang pesat. Sebagai otoritas sistem pembayaran Bank Indonesia (BI) bergerak cepat dengan merilis aturan yang mengawasi sistem pembayaran fintech.

BI memantau penyelenggaraan transaksi pembayaran fintech melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengatakan tujuan dikeluarkannya PBI ini guna mendukung pelaksanaan bisnis financial technology di Indonesia, terutama mengenai perlindungan konsumen.

Aturan main tersebut merupakan salah satu bentuk BI untuk mendukung pelaksanaan pembayaran transaksi e-commerce yang lebih aman dan efisien.

Melalui ketentuan tersebut, BI mengatur, memberikan izin dan mengawasi penyelenggaraan jasa sistem pembayaran yang dilakukan oleh prinsipal, penerbit, acquirer, penyelenggara kliring, penyelenggara penyelesaian akhir, serta penyelenggara transfer dana.

(more…)

OJK didampingi Presiden Kampanyekan Gerakan ‘Ayo Menabung’ di Masyarakat

ojk-presidenJakarta–Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mengampanyekan ‘Ayo Menabung’ dalam rangka Hari Menabung Sedunia.

Kampanye ‘Ayo Menabung’ digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) sebagai bagian dari penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI) yang dikeluarkan pada 1 September 2016.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, kampanye ‘Ayo Menabung’ dimaksudkan untuk membangkitkan kembali budaya menabung dan investasi bagi masyarakat Indonesia.

Dia berharap masyarakat semakin mengenal ragam produk dan jasa keuangan sebagai sarana untuk melakukan aktivitas menabung dan investasi di lembaga jasa keuangan formal.

“Lembaga jasa keuangan formal dapat menjadi basis peningkatan likuiditas tabungan domestik untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Muliaman di  acara ‘Ayo Menabung’ di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Senin 31 Oktober 2016. (more…)

Rakernas Perbarindo 26 – 27 Oktober 2016 di Pontianak, Telah Sukses di Gelar

rakernas_perbarindo_2016Pada tanggal 26 – 27 Oktober 2016, Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) telah sukses menggelar acara Seminar Nasional dan Rakernas Perbarindo 2016, salah satu tujuannya yaitu agar BPR dapat memberikan palayanan yang optimal kepada UMKM, BPR harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya, sehingga dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Dengan mengusung tema “Industri BPR – BPRS Sebagai Pilar Ekonomi Daerah Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”. yang telah dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta BPR seluruh indonesia.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terus melakukan inovasi, khususnya di bidang pemanfaatan teknologi. Guna menjangkau kedekatan pada nasabahnya.

Diusianya yang ke 26 tahun, system teknologi BPR terus mengalami pengembangan. Teknologi informasi menjadi sarana empuk untuk sosialisasi, guna menyampaikan fungsi BPR secara keseluruhan.

Peranan teknologi sangat efekftif. Apalagi semenjak berdirinya Perbarindo, baik kuantititas dan nasabah turut meningkat setiap tahunnya.

“Kita sebagai institusi perbankan harus menjalankan good government. Artinya teknologi sebenarnya sudah dimanfaatkan sejak berdirinya BPR. Tidak mungkin BPR tidak memiliki sistem yang memadai,” ujar Joko Suyanto Suyanto, Ketua Umum Perbarindo saat konferensi pers usai Rakernas di Hotel Golden Tulip Pontianak, kemarin.

Menurut Joko Suyanto, pengembangan teknologi banyak tahapannya. Seperti dirinya membangun BPR pasti corporate, sistemnya menggunakan teknologi. Pengembangannya sesuai dengan kebutuhan regulasi, tuntutan service level, agar menjadi baik serta ada tuntutan efisiensi. (more…)