BPK Terus Audit Penggunaan Utang Luar Negeri RI

BPK Terus Audit Penggunaan Utang Luar Negeri RI

Jakarta – Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2012 mencapai Rp 1.975,42 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 612,52 triliun merupakan utang luar negeri. Untuk apa saja utang itu digunakan?

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan audit kinerja utang luar negeri masih dalam tahap pelaporan. Salah satunya, terkait laporan pinjaman luar negeri.

Demikian disampaikan Wakil Ketua BPK Hasan Bisri saat ditemui di JCC, Jakarta, Senin (28/1/2013).

“Masih dalam tahap pelaporan. Persoalannya agak rumit. Ini kan menyangkut pinjaman luar negeri yang harus dikonfirmasikan ke pemberi pinjaman, jadi butuh waktu,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Hasan, untuk informasi terkait Surat Berharga Negara (SBN) lebih mudah dikonfirmasi mengingat pinjaman tersebut berasal dari dalam negeri.

“SBN datanya relatif lebih gampang karena itu dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Hasan, pihaknya akan melakukan kajian terkait tingkat bunga yang telah ditetapkan pemerintah apakah sudah cukup efisien, cukup murah, atau paling kompetitif.

“Karena dengan stabilitas ekonomi cukup baik dan kita tidak pernah default (gagal) untuk bayar bunga maupun pokok mestinya kita bisa dapat insentif dan bunga yang lebih rendah,” ujarnya.

“Kita tahu kalau kita lelang SUN atau SBN kan permintaanya relatif tinggi, hampir 600% dari yang ditawarkan, artinya investor sangat tertarik dengan obligasi yang kita terbitkan. Artinya kita punya kesempatan untuk turunkan tingkat bunga supaya biaya lebih murah, itu yang sekarang kita kaji,” tandasnya.

sumber : finance.detik.com