BI Sebut Orang-orang Kaya Ini yang Bikin Rupiah Terpuruk

BI Sebut Orang-orang Kaya Ini yang Bikin Rupiah Terpuruk

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan terjadi kekeringan pasokan dolar di pasar dalam negeri. Hal ini membuat dolar semakin menguat terhadap rupiah. Apalagi di money changer dimana pasokannya kurang dan menyebabkan dolar semakin tinggi.

“Tingginya harga jual dolar terkait pasokan. Di mana permintaan tinggi dan ketersediannya kurang seperti di money changer,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs kepada detikFinance, Kamis (5/9/2013).

Menurut Peter, banyak individu yang justru tidak ingin melepas dolarnya ke pasar atau menukarkannya ke rupiah.

“Kalau mau jujur, yang menahan dolar adalah perorangan. Seperti orang tua yang anaknya kuliah di luar negeri atau orang yang membeli apartemen di luar negeri,” ungkap Peter lebih jauh.

Nilai tukar rupiah bergerak semakin tidak menentu terhadap dolar AS. Penguatan dolar yang berlanjut terus menekan rupiah hingga mendekati level Rp 12.000.

Dikutip detikFinance dari Reuters, Kamis (5/9/2013) dolar dibuka di level Rp 11.390, dan langsung menguat terhadap rupiah hingga posisi tertingginya di Rp 11.520.

Dolar di posisi Rp 11.500 ini merupakan tertingginya sejak tiga tahun terakhir. Kurs patokan pedagang valas yang dikeluarkan BI atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini juga menunjukkan penguatan dolar terhadap rupiah. BI mematok kurs Jisdor di Rp 11.125.

 

sumber : finance.detik.com