BI merilis kurs referensi baru bernama JISDOR

BI merilis kurs referensi baru bernama JISDOR

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) merilis acuan nilai tukar mata uang atau kurs referensi baru yang bernama Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).

Difi A. Johansyah Direktur Eksekutif BI menjelaskan, acuan ini dikeluarkan bank sentral dalam rangka mendukung pendalaman pasar valas domestik.

“Diperlukan adanya referensi harga spot USD/IDR yang akurat untuk mencerminkan harga pasar,” jelas Difi, dalam pernyataan resmi di website BI, Senin (20/5).

Sebelumnya, informasi harga USD/IDR tersedia hanya berdasarkan kuotasi bank, yang merupakan minat beli atau minat jual yang ditawarkan oleh bank, yang belum tentu terealisir dalam transaksi.

Menurut Difi, karena tidak didasarkan pada transaksi aktual, kuotasi harga dapat memberikan informasi harga yang kurang akurat, bahkan bisa menimbulkan asimetri informasi, yang pada gilirannya menyebabkan pembentukan harga tidak efisien di pasar.

Sehubungan dengan itu, diperlukan keberadaan referensi harga spot USD/IDR yang kredibel guna mendukung upaya pembentukan harga yang efisien di pasar. “Kurs referensi atau JISDOR dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Perlu diketahui, JISDOR merupakan harga spot USD/IDR yang disusun berdasar transaksi valuta asing antar bank, yang datanya diperoleh secara real time melalui Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (SISMONTAVAR) di Bank Indonesia.

JISDOR dibentuk berdasarkan rata-rata tertimbang dari volume seluruh transaksi USD/IDR antar bank dalam rentang waktu pukul 08.00 – 09.45 WIB. JISDOR diumumkan tepat pukul 10.00 WIB pada website Bank Indonesia. Data tersebut akan tersedia setiap hari kerja, dalam hal ini tidak termasuk Sabtu, Minggu, hari libur nasional, atau hari lain yang ditetapkan sebagai hari libur.

Kurs referensi tidak bersifat mandatory dan diharapkan dapat memberikan informasi yang kredibel sebagai acuan bagi pelaku pasar keuangan dalam melakukan transaksi. Di samping itu, kurs referensi menjadi alat monitoring dan asesmen BI dalam membentuk pasar valas agar berkembang secara sehat dan mempunyai daya tahan lebih tinggi terhadap gejolak pasar.

sumber : keuangan.kontan.co.id