BI memantau bank yang menaikkan bunga

BI memantau bank yang menaikkan bunga

JAKARTA. Kondisi ketatnya likuiditas dan Bank Indonesia (BI) rate yang naik menjadi 6,5% membuat perbankan menaikkan suku bunga dana. Bank sentral ini menilai, semestinya suku bunga jangka pendek yaitu deposito dan suku bunga jangka panjang yakni Surat Berharga Negara (SBN), tak naik terlalu tinggi.

“Harusnya ada keseimbangan,” sebut Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, Jumat, (19/7).

Ia berharap, suku bunga pendanaan sebaiknya tak naik jauh. Pasalnya, hal tersebut dapat membuat peningkatan biaya dana. Dengan meningkatnya biaya dana, sudah pasti masyarakat akan terbebani dengan meningkatnya suku bunga kredit.

Halim memastikan bahwa BI pun memantau bank yang sudah menaikkan suku bunga depositonya. Bahkan, terdapat beberapa bank yang berani menaikkan suku bunganya melebihi nilai penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan yaitu 5,75%.

Selain itu, ia menyatakan bahwa suku bunga jangka panjang pun sebaiknya tak naik terlalu tinggi. Pihaknya menyadari bahwa suku bunga jangka panjang yang tecermin oleh yield SBN sudah naik cukup tinggi.

Jika suku bunga SBN ini tumbuh terlalu tinggi, tentunya dapat mengurangi investasi. “Sehingga nanti perlu ada keseimbangan supaya pertumbuhan ekonomi tidak sampai terganggu,” tandasnya. Bank sentral berharap semua bank menjaga momen pertumbuhan ekonomi.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id