BI: Inflasi Terkendali, Ada Peluang BI Rate Turun

BI: Inflasi Terkendali, Ada Peluang BI Rate Turun

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo bersiap mengumumkan suku bunga acuan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (18/11).Jakarta -Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneternya melalui penurunan suku bunga acuan (BI rate). Penurunan BI rate bisa dilakukan jika inflasi telah terkendali.

Demikian disampaikan Kepala Departemen Kebijakan Moneter BI, Juda Agung saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

“Ruang (penurunan BI rate) itu kan ada dan dalam press rilis terakhir kan, akan dilihat dari bulan ke bulan tergantung pada kondisi inflasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2016 sebesar 0,51%. Dalam tujuh tahun terakhir, inflasi di Januari termasuk yang rendah, untuk yang paling rendah adalah Januari 2015 saat terjadi deflasi 0,24%. Pada Januari 2010, inflasi mencapai 0,84%, Januari 2011 sebesar 0,89%, Januari 2012 sebesar 0,76%, Januari 2013 sebesar 1,03%, dan Januari 2014 sebesar 1,07%.

Menurut Juda, angka inflasi akan banyak dipengaruhi berbagai hal, salah satunya soal harga minyak dunia yang juga akan berpengaruh terhadap harga Bahan Bakar Minyak BBM) di dalam negeri.

“Kondisi global termasuk juga harga minyak. Karena harga minyak itu dampaknya inflasinya begitu besar, kalau pemerintah melakukan perubahan harga BBM dalam negerinya,” katanya.

Jika harga minyak dunia terus turun, tentu akan membuat harga BBM di dalam negeri lebih murah, sehingga bisa menekan angka inflasi. Dengan begitu, langkah BI untuk menurunkan tingkat suku bunganya semakin terbuka lebar.

“Kita akan terus pantau ya. Juga misalnya kalau harga minyak dunia turun, harga BBM dalam negeri turun, harga angkutan turun nggak. Karena ini besar dampaknya. Begitu harga angkutan turun, dampakanya core inflation itu sangat besar karena mempengaruhi semuanya,” pungkasnya.

 

sumber : finance.detik.com