BI Harus Mengawasi Transisi BUKU I & II

BI Harus Mengawasi Transisi BUKU I & II

JAKARTA. Pemberlakuan aturan kegiatan usaha dan jaringan kantor bermodal inti berpotensi mendatangkan masalah pada bank kecil dan menengah. Regulator diharapkan memantau transisi aturan ini dengan baik. Bila tidak, akan mendatangkan masalah pada sistem perbankan.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Aviliani, mengatakan masalah mungkin muncul, sebab bank kecil dan menengah yang kebanyakan berada di bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan II harus menyesuaikan kegiatan mereka sesuai kelompok,  sementara mereka banyak yang sudah menggarap bisnis BUKU III dan IV, seperti penjualan asuransi dan reksadana. “Penyesuaian harus dilakukan dengan terlalu dipaksakan maka bisa menimbulkan kredit macet,” ujarnya.

Berdasarkan aturan tersebut, bank yang menggarap bisnis yang tidak sesuai dengan kelompoknya diberi waktu hingga tahun 2016 untuk menambah modal. Bila tidak memenuhi modal maka bisnis yang tidak sesuai harus ditutup. Masalah muncul, karena mencari investor dalam waktu bersamaan tidakl mudah. Jika bank menutup unit bisnis, harus menagih seluruh kredit yang sudah diberikan. Padahal belum tentu nasabah memiliki dana tunai untuk membayar langsung.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), hingga April 2013 jumlah BUKU I atau bermodal dibawah Rp 1 triliun mencapai 59 bank, BUKU II atau modal antara Rp 1 triliun – Rp 5 triliun berjumlah 47 bank, BUKU III atau Modal Rp 5 triliun – Rp 30 triliun sebanyak 11 bank dan BUKU IV atau modal inti diatas Rp 30 triliun baru 4 bank.

Aviliani menambahkan, dalam masa transisi ini regulator harus berfokus pada rencana jangka panjang karena rencana penambahan modal harus direncanakan dengan matang. “Bila investor asing masuk, harus ada syarat khusus, seperti wajib berinvestasi di Indonesia,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan aturan modal inti bertujuan agar bank beroperasi secara prudent dan mampu bersaing dengan baik asing.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id