BI akan merilis surat edaran tentang LPIP

BI akan merilis surat edaran tentang LPIP

bi_agusJAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan merilis surat edaran (SE) Ekstern tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP).

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan Bank Indonesia Wiwiek Sisto Widayat bilang, SE Ekstern ini merupakan petunjuk pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 15/1/PBI/2013 tentang LPIP yang telah diterbitkan tanggal 18 Februari 2013 lalu.

“SE Ekstern ini mengatur proses perizinan, pengelolaan data, penyediaan informasi, pengawasan, sanksi dan pencabutan usaha LPIP,” kata Wiwiek di Gedung BI, Jakarta, Selasa (10/12).

Keberadaan LPIP atau yang secara internasional dikenal sebagai credit bureau adalah implementasi dari dual credit reporting system di Indonesia yang terdiri dari public credit registration dan juga private credit bureau.

Dengan ada lembaga ini nantinya, akan dapat meningkatkan cakupan data tidak hanya dari lembaga keuangan tetapi juga mencakup data dari non lembaga keuangan.

Wiwiek mencontohkan, LPIP dapat mengakses data nasabah, deposan ataupun debitur dari Pegadaian, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Air Minum (PAM) dan lainnya.

Selain itu, dengan adanya LPIP ini dapat meningkatkan varian produk dan layanan yang diberikan atau value added products/services.

“Jika hanya dipegang oleh bank sentral, maka produknya terbatas. Dengan LPIP dibuka untuk dikelola swasta maka bisa menjadi desain produk lain yang bisa digunakan oleh nasabah,” kata Wiwiek.

Diizinkannya swasta mendirikan LPIP ini, lanjut Wiwiek, maka bank tidak hanya dapat mengakses informasi mengenai rekam jejak kredit debitur atau deposan, tetapi juga mengenai rincian data lainnya. Dengan begitu, hal ini dapat membantu perbankan untuk mengurangi tingkat deposan/ debitur bermasalah.

“Selain itu, implementasi LPIP ini dapat meningkatkan penggunaan teknologi informasi perkreditan,” ucap Wiwiek.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id