BI : 3rd Bank Indonesia International Seminar On Islamic Finance Bali, 30-31 Mei 2013

BI : 3rd Bank Indonesia International Seminar On Islamic Finance Bali, 30-31 Mei 2013

“A New Phase of the Islamic Finance:
Capturing the Untapped Area to Improve the Quality of Economic Development”

Bank Indonesia kembali menyelenggarakan 3rd BANK INDONESIA INTERNATIONAL SEMINAR ON ISLAMIC FINANCE yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali tanggal, 30-31 Mei 2013 dengan tema “A New Phase of the Islamic Finance: Capturing the Untapped Area to Improve the Quality of Economic Development”. Kegiatan ini merupakan forum tahunan yang dihadiri oleh para praktisi, akademisi, dan regulator keuangan dan perbankan syariah baik dari domestik dan internasional untuk memperoleh ide, rekomendasi dan memperluas wawasan guna mendorong pengembangan keuangan dan perbankan syariah. Forum ini akan membahas dan isu-isu terkini tentang perbankan syariah serta mengevaluasi orientasi area pengembangan industri keuangan syariah selama ini serta untuk mengkomunikasikan perkembangan/kemajuan keuangan dan perbankan syariah Indonesia kepada dunia internasional.

Forum yang akan dilaksanakan di Nusa Dua Beach & Spa Hotel ini akan dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia dan Keynote speech oleh Ir. Hatta Rajasa MSc, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia serta menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka dari dalam dan luar negeri antara lain: Dr. Anggito Abimanyu (Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia), Mr. Stefan G. Koeberle (Country Director, World Bank), Prof. Tahir Mansoori (International Islamic University Islamabad), Dr. Muhammad Syafi’i Antonio (Dewan Syariah Nasional), Dr. Mohamed Elgari, King Abdul Aziz University, Saudi Arabia, Prof. Dr. Asad Zaman, International Islamic University Islamabad, Pakistan, Mr. Waheed Qaiser, President & Vice Chairman, Maxim Corporate Finance LLP, United Kingdom, Dr. Peter Van Dierman, National Team for Accelerating Poverty Reduction (TNP2K), Mr. Arup Chatterjee, Asian Development Bank, Mr. Bakarudin Ishak, Assistant Governor, Bank Negara Malaysia, Dr. Ben Bingham, International Monetary Fund (IMF), Dr. Dadang Muljawan, Senior Economist, IDB, Mr. Muhammad Ashraf Khan, Executive Director, State Bank of Pakistan, Ir. Arviyan Arifin, President Director, Bank Muamalat Indonesia.

Berdasarkan pertimbangan arah kebijakan tahun 2013 dan latar belakang sebagaimana yang dikemukakan sebelumnya, maka tema seminar adalah “A New Phase of the Islamic Finance”.

Perhatian pakar dan pemerhati keuangan syariah global kini semakin tertuju pada pembangunan aspek kualitas dari industri keuangan syariah. Perkembangan industri keuangan syariah diharapkan tidak terlepas dari norma dan nilai yang menjadi esensi dasar dari keuangan syariah. Selama ini, industri keuangan syariah global maupun regional masih banyak berorientasi kepada area tertentu seperti pasar keuangan dan consumer banking. Produk dan segmen potensial lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan seperti government financing semestinya dapat lebih ditingkatkan porsinya sebagai sasaran ekspansi keuangan syariah.

Pertumbuhan pesat yang dialami oleh industri keuangan syariah selama ini disadari belum secara optimal menyentuh permasalahan mendasar dari banyak negara seperti kemiskinan. Industri keuangan syariah seharusnya memiliki potensi besar untuk lebih berperan dalam pemerataan dan peningkatan akses keuangan khususnya bagi masyarakat dhuafa dan kelompok ekonomi mikro-kecil, karena sistem keuangan syariah sejatinya tidak hanya mampu memberikan pelayanan di sektor keuangan komersial namun juga sektor sosial. Bahkan IRTI-IDB telah memulai inisiatif baru berupa pembentukan kelompok kerja guna mengakselerasi sektor sosial dalam keuangan syariah, termasuk didalamnya mempertimbangkan aspek tersebut sebagai bagian dalam kerangka penilaian FSAP on Islamic Finance.

Bank Indonesia dalam hal ini telah menunjukkan dukungannya dengan menetapkan pengembangan keuangan syariah khususnya perbankan syariah sebagai salah satu program dalam mencapai target-target pembangunan, termasuk antara lain mengakomodasi dan menunjang Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional terkait keuangan syariah yang mendukung pengembangan keuangan dan perbankan syariah seperti dalam Development Eight (D-8) organization maupun SESRIC-OIC serta program IDB.

Formulir Pendaftaran : PDF

sumber : bi.go.id