Berikut Ini alasan orang mau buka tabungan di bank

Berikut Ini alasan orang mau buka tabungan di bank

DPK Perbankan UmumJAKARTA. Pada 2014, penetrasi masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa perbankan ada sebanyak 21% dari total populasi penduduk. Jumlah itu naik dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 20,7%. Kenaikan ini utamanya didorong oleh semakin bertambah banyaknya jumlah mesin penarik uang cash alias Anjungan Tunai Mandiri(ATM).

Hasil survei Nielsen menunjukkan alasan orang mau membuka rekening di bank karena ketersediaan yang berada di banyak lokasi strategis.

Dena Firmayuansyah, Director of Banking and Financial Service Industry – Nielsen Indonesia menyatakan, alasan nasabah membuka rekening di bank karena reputasi yang baik, jumlah kantor cabang yang banyak dan biaya administrasi bulanan yang rendah merupakan tiga pertimbangan utama bagi konsumen Indonesia untuk memilih bank.

“Sedangkan, biaya transaksi yang murah dan ketersediaan ATM di banyak lokasi strategis merupakan dua diantara beberapa faktor yang utama untuk meraih loyalitas nasabah,” ujar Dena, pekan lalu.

Bank Rapid Reaction Monitor, sebuah survey yang diselenggarakan oleh Nielsen di Indonesia men-survei lebih dari 1.900 responden di 9 kota besar di Indonesia, untuk mendapatkan consumer insights mengenai perilaku konsumen perbankan di Indonesia. Survey ini memberikan informasi mengenai pengetahuan dan keinginan konsumen perbankan Indonesia.

Temuan dari survei ini mengungkapkan bahwa rata-rata konsumen Indonesia menjadi nasabah suatu bank hanya selama 3,7 tahun.

Beberapa alasan konsumen memilih bank utama adalah banyak ATM-nya (62%), banyak kantor cabangnya (61%) dan lokasi yang strategis (56%).

Tiga keinginan utama konsumen dari sebuah bank adalah menambah jumlah ATM (55%), menambah jumlah kantor cabang (36%) dan biaya administrasi dan transaksi yang murah (31%).

Sementara itu keputusan untuk berhenti menjadi nasabah suatu bank paling banyak didorong oleh lokasi yang tidak strategis (32%), jumlah kantor cabang dan jumlah ATM sedikit (18%) dan karena bank tersebut bukan bank yang digunakan perusahaan tempat nasabah bekerja untuk mentransfer gaji (17%).

 

sumber : keuangan.kontan.co.id