Belajar dari 5 Kebiasaan Bisnis UKM yang Sering Bangkrut

Belajar dari 5 Kebiasaan Bisnis UKM yang Sering Bangkrut

Jakarta – Kebanyakan bisnis kecil atau usaha kecil menengah (UKM) tidak pernah bertahan sampai lima tahun. Itulah kenapa para pengusaha harus tahu apa yang jadi kesalahan mendasar dalam bisnis UKM.

Meski ekonomi Indonesia terus bertumbuh, namun kebanyakan UKM belum punya akses ke bank, sehingga sulit mendapatkan tambahan modal.

Akibat terbatasnya modal, maka dalam bisnis model ini tidak boleh terlalu banyak melakukan kesalahan. Pengusaha pemula yang baru menjalankan bisnis harus benar-benar fokus kepada bisnisnya supaya bisa bertahan lama.

Ada lima kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh pengusaha UKM, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (21/5/2013), berikut ini daftarnya.

 

1. Ingin melakukan semuanya sendirian

Dalam bisnis kecil, semua orang harus melakukan tugas yang sesuai dengan keahliannya. Pada awalnya boleh melakukan semuanya sendirian, tapi ketika sudah mulai kerepotan, jangan segan-segan mencari bantuan atau karyawan yang cocok.

Jangan takut untuk mencari bantuan dari luar. Sebuah bisnis yang mulai tumbuh tidak mungkin dilakukan sendirian, cari orang yang memang mengerti di bidangnya. Sebagai contoh, sulit rasanya seorang ahli informasi dan teknologi (IT) bisa mengurus pembukuan dengan baik.

 

2. Beranggapan sebuah produk bisa terjual dengan sendirinya

Bayangkan Anda punya perusahaan dengan produk yang paling mutakhir di dunia. Apakah barang ini bisa terjual dengan sendirinya dengan segala kecanggihan yang dimiliki? Jawabannya, tidak.

Sebaik apapun produk tersebut, tidak akan terjual tanpa ada orang yang tahu. Untuk itu, bangunlah sebuah basis pelanggan yang mengerti akan bisnis Anda.

Promosi paling bagus adalah mulut ke mulut, di zaman modern ini cara tersebut lebih mudah dilakukan melalui media sosial. Sering-seringlah berpromosi atas bisnis Anda melalui media sosial dan komunitas.

 

3. Tidak mengerti cara menyusun laporan keuangan

Kebanyakan pebisnis pemula dan kecil tidak mengerti menyusun pembukuan atau laporan keuangan. Tak cukup hanya mengerti akan dunia bisnisnya, seorang pengusaha juga harus bisa mengerti kondisi kesehatan finansial perusahaannya. Semua keputusan bisnis yang akan diambil pengusaha selalu berhubungan dengan arus kas perusahaannya dan target laba di akhir tahun.

 

4. Menyepelekan hal yang sebenarnya bisa menguntungkan

Ketika sebuah bisnis tidak berjalan dengan baik, biasanya pengusaha langsung membuat produk baru demi menggenjot penjualan. Hal ini tidak salah, karena bisa menambah omzet yang sudah mulai lesu.
Namun, hal itu tidak akan bertahan lama dan melelahkan, karena tak berapa lama harus mencari produk baru lagi demi menggenjot laba. Padahal sebenarnya bisnis yang baik itu adalah bisnis yang fokus ke satu atau beberapa produk saja.

Selama produk tersebut sejak awal sudah dirancang sedemikian rupa sehingga disiapkan untuk jangka panjang, maka pelanggan akan terus mencarinya. Jadi, ada baiknya untuk tidak buru-buru mencari produk baru sebelum produk lama Anda berkembang sampai sempurna, ini adalah rahasia untuk sukses jangka panjang.

 

5. Memulai usaha dengan modal minim

Menjalankan usaha kecil yang baru tumbuh memberikan banyak tantangan yang tidak akan Anda sangka sebelumnya. Itulah mengapa alangkah baiknya jika Anda punya akses modal yang cukup. Karena dalam beberapa tahun pertama bisnis model ini membutuhkan perhatian dan dana cadangan yang cukup banyak.

Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab, berapa besar ongkos produksi? Perlu menyewa tempat untuk usaha atau tidak? Berapa karyawan yang diperlukan?
Begitu Anda sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mulailah mencari modal supaya bisa memulai bisnis impian Anda tersebut.

 

sumber : finance.detik.com