Aturan ketat, laba bank tetap meningkat

Aturan ketat, laba bank tetap meningkat

uangbanyakJAKARTA. Mayoritas bank di Tanah Air sudah merilis kinerja keuangan di kuartal III 2013. Hasilnya, sebagian besar bank mencatatkan persentase pertumbuhan laba dua digit. Ini membuktikan perlambatan ekonomi dan berbagai aturan ketat Bank Indonesia tak mampu menghambat kinerja operasional perbankan.

Lihat saja kinerja tiga bank beraset jumbo: Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BCA. Per akhir September 2013, Mandiri berhasil meraup laba bersih Rp 12,8 triliun, tumbuh 15,1% year-on-year (YoY). BRI mencetak pertumbuhan laba 17,3% (YoY) menjadi Rp 15,45 triliun. Sedangkan laba Bank BCA meningkat 25% (YoY) menjadi Rp 10,4 triliun.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Biro Riset KONTAN, sembilan bank nasional mencetak rata-rata pertumbuhan laba 14,54% per akhir September 2013 (lihat tabel).

Dari sembilan bank, hanya tiga bank yang pertumbuhan labanya seret. Mereka adalah Bank Danamon dengan kenaikan laba hanya 0,50%, Bank Tabungan Negara (3,53%) serta Bank CIMB Niaga (3,55%).

Melambatnya perekonomian, inflasi tinggi dan kenaikan biaya dana (cost of fund) turut menekan kinerja bank. Pendapatan bunga bersih Bank Danamon, misalnya, hanya naik 5% menjadi Rp 10,1 triliun. Belum lagi kebijakan ketat BI mengenai loan to value untuk meredam gelembung kredit properti dan kredit otomotif.

Tapi secara umum, kinerja industri perbankan nasional justru semakin memikat. Kucuran kredit masih kencang, meski di saat yang sama, sebagian bank harus mengeluarkan biaya untuk memperebutkan dana pihak ketiga.

Meski biaya dana naik, bank bisa mengkompensasi dengan pendapatan tambahan dari fee based income. Bank Mandiri, misalnya, meraup kenaikan fee income 20,4% menjadi Rp 10,33 triliun.

Yang pasti, sembilan bank berhasil mencatat pertumbuhan kredit rata-rata 23,24% di kuartal III 2013. Pertumbuhan kredit BCA bahkan melampaui rata-rata, yakni naik 25,8%. Ini berarti pertumbuhan kredit perbankan melampaui target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini yang berkisar 6%.

Tapi ancaman masih tetap mengadang. Selain faktor eksternal, bank mesti mengantisipasi ancaman inflasi hingga akhir tahun sekitar 9%.

 

sumber : keuangan.kontan.co.id