6 Terobosan OJK Benahi Sektor Jasa Keuangan Hingga 2019

6 Terobosan OJK Benahi Sektor Jasa Keuangan Hingga 2019

muliamanhadadojkJakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berupaya terus menerus ‘menutup lubang’ pada beberapa masalah sektor jasa keuangan (SJK) di dalam negeri. Beberapa terobosan mulai dilakukan, hal itu terangkum dalam Masterplan SJK Indonesia 2015-2019.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengungkapkan, setidaknya ada 6 upaya yang akan dilakukan untuk memperbaiki SJK, yang meliputi sektor perbankan, pasar modal, dan sebagainya.

Pertama, fokus pengembangan diarahkan pada penguatan kebijakan yang melawan siklus perlambatan pertumbuhan ekonomi. Meski perlambatan ekonomi lebih banyak dipengaruhi global, SJK diarahkan bisa menguatkan penyediaan infrastruktur ekonomi, seperti dalam penguatan modal perbankan.

“Terutama permodalan perbankan, mengingat keterbatasan sumber permodalan domestik, partisipasi asing juga jadi salah satu opsi, tentu dengan strategi partisipasi perbankan asing dan pasar keuangan domestik memberikan manfaat pada kepentingan nasional,” kata Muliaman dalam Buku Panduan OJK yang dikutipdetikFinance, Senin (18/1/2016).

Kedua, adalah pengembangan SJK harus diselaraskan dengan arah kebijakan yang berlaku di dunia. Llau ketiga, dengan mengatasi masalah masih dangkalnya pasar keuangan domestik, terutama likuiditas yang masih terbatas, produk yang belum ekstensif, dan volatilitas harga yang masih tinggi.

Keempat, stabilitas SJK juga perlu didukung peningkatan utilisasi produk dan layanan lewat kegiatan yang inklusif.

Kelima, dengan arus globalisasi dan integrasi keuangan yang semakin kuat, SJK domestik harus dapat mengambil manfaat dari situasi tersebut.

“SJK mutlak meningkatkan daya saing lewat sumber daya manusia, perbaikan efisiensi, dan lainnya. Dari sisi eksternal, ada penguatan regulasi, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan penetrasi pasar asing lewat penerapan asas resiprokal,” terang Muliaman.

Keenam, dengan makin pesatnya digitalisasi dalam transaksi dan kegiatan SJK, maka kehadiran fisik lembaga jasa keuangan dapat dikurangi, tanpa mengurangi produk maupun layanannya. Sebaliknya justru dengan produk dan layanan yang semakin beragam.

 

sumber : detik.com