5 Cara Cermat Amankan Investasi Anda

5 Cara Cermat Amankan Investasi Anda

Jika anda ingin menghindari potensi kerugian yang terjadi pada portofolio saham anda, maka anda harus menganut azas investor properti, yaitu ‘lokasi, lokasi, lokasi”.

Maksudnya, jangan habiskan uang anda di satu lokasi alias saham, tetapi lakukan diversifikasi dengan menempatkan dana di berbagai lapisan saham. Diversifikasi adalah amunisi bagi para perencana keuangan, manajer keuangan sampai ke investor individu.

Karena kita tidak mengetahui dengan pasti kapan pasar akan naik atau kapan turun, maka diversifikasi sangat penting untuk dilakukan. Diversifikasi ini bukanlah sebuah konsep baru, praktik ini sudah dilakukan sejak jaman dahulu kala.

Jika anda sudah melakukan diversifikasi portofolio dengan baik, maka tidak perlu khawatir lagi apakah tren pasar sedang naik atau turun. Lima tips yang dikutip dari Investopedia, Jumat (4/1/2013), bisa membantu anda dalam proses mendiversifikasi:

 

1. Sebarkan modal

Pasar modal adalah tempat yang tepat untuk menanam saham, tapi jangan tempatkan modal anda di satu sektor atau saham. Rancang sebuah portofolio sendiri yang memuat aneka perusahaan yang anda kenal baik, bisa dipercaya dan kemungkinan bertahan lama.

Dengan mengetahui perusahaan yang sahamnya akan anda beli maka risiko dari investasi tersebut semakin kecil. Kalaupun ada kerugian, biasanya sudah bisa diprediksi sebelumnya.

 

2. Pertimbangkan reksadana dan obligasi

img

Pertimbangkan untuk berinvestasi di reksadana dan obligasi, selain diversifikasi, anda juga melebarkan portofolio investasi. Atau bisa juga cari investasi dengan pendapatan yang tetap, dengan begitu anda bisa melindungi portofolio dari tekanan pasar saham yang sering naik turun.

 

 

3. Tambah terus portofolio

img

Pergemuk portofolio investasi anda secara rutin. Meski nilai yang ditambahkan tidak terlalu besar, tidak masalah karena sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Hal ini juga bisa dilakukan untuk melawan kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Jika sudah terbiasa menambah nilai portofolio, anda tidak akan lagi mempedulikan apakah pasar sedang bearish atau bullish.

 

 

4. Tahu saatnya keluar

img

Membeli dan menahan saham sampai pada batas tertentu sepertinya strategi yang bagus, namun bukan berarti dengan sistem yang serba otomatis seperti sekarang ini anda hanya diam saja. Pantau terus pergerakan pasar dan situasi sektor serta saham yang anda pegang. Dengan begitu, anda akan tahu kapan waktunya untuk keluar sejenak.

 

 

5. Perhatikan Komisi Broker

img

Jika anda bukan tipe yang sering trading, anda harus tahu berapa biaya yang harus dibayar untuk komisi broker. Beberapa sekuritas ada yang meminta komisi bulanan, sementara beberapa lainnya dibayar tiap transaksi. Perhatikan jumlah yang harus anda keluarkan untuk ini, berapa pengeluaran dan berapa pemasukan dari imbal hasil. Ingat, yang termurah belum tentu yang terbaik.

 

 

 

sumber : finance.detik.com